Bengkulu Selatan (Manna)

Di sini ( kota Manna ) ada banyak buku atau cerita sejarah yang beredar. Keluarga kami sendiri memegang salah satunya. Tetapi sangat sulit untuk membuktikan kebenarannya karena keterbatasan sumber sejarah dan keegoisan masing-masing keluarga yang memegang sejarah tersebut. Saya mengatakan begitu karena pada kenyataannya setiap klan atau keluarga yang memegang buku sejarah ataupun hanya sekedar cerita turun temurun selalu menuliskan atau menceritakan cerita yang baik tentang leluhurnya. sehingga karena hal itu ada banyak sejarah yang hilang hanya karena ingin menutup-nutupi kesalahan dari leluhurnya.
Mereka aku anggap tidak sadar betapa pentingnya catatan sejarah itu turun secara utuh, karena bila tidak maka akan ada mata rantai yang hilang yang nantinya akan membuat sejarah itu menjadi rancu. Seperti yang saya temui disini di tanah leluhurku ini ( Manna ), semua sejarah yang ada selalu menuliskan / menceritakan tentang kegagahan leluhurnya seakan leluhurnya adalah manusia yang suci dan sempurna tanpa cacat. sehingga sejarah tersebut menjadi basi dan kabur.
Di Kabupaten Bengkulu Selatan ini belum ada sejarah yang baku, karena belum pernah diadakan penelitian yang resmi dari pihak manapun. Sehingga kami warga Bengkulu Selatan ini akan terus terlahir tanpa identitas yang jelas dan resmi tentang asal-usul kami. Saya sendiri merasa aneh mengapa Pemerintah Daerah kami sangat abai dengan hal-hal seperti ini padahal tanpa sejarah mereka takkan pernah ada. Dan yang lebih sedih lagi mereka (para calon Bupati) hanya menggunakan Tambo (silsilah) yaitu pada saat PILKADA saja, karena mereka berusaha menggaet dukungan sebanyak-banyaknya.
oleh karena inilah saya mencoba menulis tentang ini agar paling tidak ada yang membaca dan mereka akan tahu tentang identitas kami dari berbagai sudut pandang (sumber sejarah). Juga harapan saya ada unsur PEMDA BENGKULU SELATAN yang tergugah untuk mengangkat masalah ini.
walaupun saya merupakan salah satu pemegang sejarah dari daerah Bengkulu Selatan ini saya akan berusaha tetap obyektif dalam menyajikannya.
inilah sekilas alasan saya menulis dan menampilakkan sejarah -sejarah daerah kami ini. Juga mungkin akan berguna untuk para pembaca yang haus akan sejarah Sumatera Selatan Khususnya dan Indonesia secara Umumnya.


Meriam Honisuit, Bukti Sejarah Di Bengkulu

Sejarah Meriam Honisuit

Pada jaman dahulu Bengkulu merupakan wilayah jajahan Inggris, tak heran banyak sekali peninggalan-peninggalan baik berupa benteng, bangunan ataupun peralatan perang yang masih tersisa di tanah Bengkulu. Sebagai contoh sebuah Meriam di kota Manna yang bernama Meriam Honisuit. Meriam yang cukup besar ini, melengkapi sekaligus mempertegas bahwa memang benar Bengkulu merupakan wilayah yang pernah diduduki jajahan Inggris.

Karakteristik Meriam Honisuit

Awal ditemukan Meriam ini berada di sekitar Kelurahan Bedung, Kabupaten Bengkulu Selatan. Meriam yang cukup besar atau tergolong raksasa ini memiliki panjang laras sekitar 3,4 meter, dan berdiameter 90cm serta memiliki dapur mesiu sekitar 2,5 meter. Sungguh Meriam Honisuit merupakan meriam terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia.

Lokasi Meriam Honisuit

Jika anda ingin melihat langsung meriam ini, silahkan untuk berkunjung ke Bundaran Jalan Raya Padang Panjang Manna Bengkulu Selatan, karena sejak 10 januari 2008 Meriam Honisuit telah dipindahkan oleh KODIM 0408/BS atas kesepakatan Dinas Purbakala Provinsi Jambi dan Pemda Bengkulu Selatan.

 

1 komentar:

  1. ada yang tau asal mula suku serawai yang benar-benar sesuai sejarah terbentuknya?
    tolong informasi nya, kalau pun belum bagi adiek sanak yang sudah memiliki ataupun telah mengenyam pendidikan yang berbau kearah sejarah bisa membuat ide untuk merangkul peneliti2 dalam mengungkap sejarah bengkulu selatan yang lebih jelas. agar anak cucung jemau serawai lebih bangga dengan tanah kelahirannyau.
    maaf kalau adau katau yang kurang lemak, terimau kasieh.

    BalasHapus