Bengkulu adalah sebuah propinsi yang terletak di sebelah selatan Pulau Sumatra. Secara geografis Propinsi Bengkulu terletak pada 101 derajat 01 dan 103 derajat 46 bujur timur serta 2 derajat 16 dan 5 derajat 31 lintang selatan. Propinsi Bengkulu terletak di Pantai Pulau Sumatera, membujur dari Utara ke Selatan, Sepanjang Bukit Barisan yang merupakan hutan suaka alam dan hutan lindung di sebelah Timur dan Samudera Indonesia di Sebelah Barat. Secara administratif Propinsi Bengkulu berbatasan sebelah Utara dengan Propinsi Sumatera Barat; Sebelah Timur dengan Propinsi Jambi dan Sumatera Selatan; Sebelah Selatan dengan Propinsi Lampung; Sebelah Barat dengan Samudra Indonesia.
Propinsi
Bengkulu yang beribukota di Kota Bengkulu mempunyai luas wilayah
sekitar 19.786 km2 (1,10% luas wilayah Indonesia). Bengkulu terdiri dari
1 daerah kotamadya (Kota Bengkulu) dan 8 daerah kabupaten (Bengkulu
Utara, Bengkulu Selatan, Kaur, Kepahiang, Lebong, Muko-Muko, Rejang
Lebong, dan Seluma).
Sebagian
besar penduduk Bengkulu terdiri dari suku Melayu, Rejang Lebong, Sekah,
dan Enggano. Bahasa daerah yang digunakan hampir menyerupai bahasa
Minang dan Palembang.
Bengkulu
kaya akan tradisi budaya. Yang paling terkenal adalah festival Tabot
yang diperingati setiap tahun oleh masyarakat Bengkulu. Festival rakyat
ini diadakan selama 10 hari pertama bulan Muharram dan terdiri dari
berbagai ritual adat. Ritual diawali dengan prosesi pengambilan tanah
untuk membuat Tabot (semacam replika bangunan yg dihias sedemikian
rupa). Pengambilan tanah dilakukan di dua tempat yaitu Pantai Nala dan
Tapak paderi.
Selain itu, tidak semua orang juga yg diperkenankan ikut dalam prosesi ini. Hanya para pemuka adat, pemuka agama, dan petinggi keluarga Tabot yg boleh turun tangan. Selanjutnya proses pembuatan Tabot pun dilanjutkan di rumah keluarga Tabot masing-masing melalui ritual2 lainnya. Puncak dari festival ini adalah Tabot Bersanding yang diadakan di lapangan Tugu (letaknya di seberang rumah Gubernur Propinsi Bengkulu) pada malam ke-9 Muharram.
Dalam acara ini, semua Tabot yang sudah dibuat, dipamerkan (ato disandingkan) untuk dinilai oleh dewan juri. Penilaian terdiri dari beberapa kriteria di antaranya kreativitas. Biasanya pada malam ini, Kota Bengkulu akan berubah menjadi Jakarta karena macetnya lalu lintas. Keesokan harinya yaitu tanggal 10 Muharram, semua Tabot akan diarak atau dibawa berkeliling Kota Bengkulu dengan melewati rute yg ada menuju tempat pembuangan. Memang tidak semua Tabot dibuang di sini. Biasanya hanya beberapa bagian Tabot saja yang dibuang. Tujuan diadakannya festival tabot ini adalah untuk mengenang jasa cucu Nabi Muhammad yaitu Amir Husein yang gugur dalam peperangan melawan kaum Khawarij di Padang Karbala (Irak). (lihat : http://musiardanis.multiply.com/reviews/item/4 )
Selain itu, tidak semua orang juga yg diperkenankan ikut dalam prosesi ini. Hanya para pemuka adat, pemuka agama, dan petinggi keluarga Tabot yg boleh turun tangan. Selanjutnya proses pembuatan Tabot pun dilanjutkan di rumah keluarga Tabot masing-masing melalui ritual2 lainnya. Puncak dari festival ini adalah Tabot Bersanding yang diadakan di lapangan Tugu (letaknya di seberang rumah Gubernur Propinsi Bengkulu) pada malam ke-9 Muharram.
Dalam acara ini, semua Tabot yang sudah dibuat, dipamerkan (ato disandingkan) untuk dinilai oleh dewan juri. Penilaian terdiri dari beberapa kriteria di antaranya kreativitas. Biasanya pada malam ini, Kota Bengkulu akan berubah menjadi Jakarta karena macetnya lalu lintas. Keesokan harinya yaitu tanggal 10 Muharram, semua Tabot akan diarak atau dibawa berkeliling Kota Bengkulu dengan melewati rute yg ada menuju tempat pembuangan. Memang tidak semua Tabot dibuang di sini. Biasanya hanya beberapa bagian Tabot saja yang dibuang. Tujuan diadakannya festival tabot ini adalah untuk mengenang jasa cucu Nabi Muhammad yaitu Amir Husein yang gugur dalam peperangan melawan kaum Khawarij di Padang Karbala (Irak). (lihat : http://musiardanis.multiply.com/reviews/item/4 )
Selain
tradisi budaya, Bengkulu juga memiliki banyak tempat menarik yang bisa
dijadikan tujuan pariwisata. Di antaranya, Pantai Panjang yang terletak
sekitar 3 km dari pusat Kota Bengkulu. Pantai yang katanya merupakan
pantai terpanjang di Asia tenggara ini memiliki panorama alam yang
sangat indah. Jika mau berkunjung ke sini, sebaiknya datang pada waktu
sore hari karena Anda akan disuguhi dengan pemandangan sunset yang amat
mempesona. Jangan takut kemalaman karena Anda bisa menginap di cottage
ato hotel yang banyak terdapat di area pantai.
Atau
Anda mau menikmati sunset sambil naik perahu kayuh ? Silakan datang ke
Tapak Paderi yang terletak tidak jauh dari kediaman Gubernur Bengkulu.
Tapak Paderi merupakan dataran yg cukup tinggi dengan pemandangan laut
yang indah.
Sebenarnya
masih banyak pantai-pantai lain yang dimiliki oleh Bengkulu. Namun,
kedua nama yg disebutkan di atas adalah pantai yang sedang dikembangkan
oleh pemerintah Bengkulu untuk dijadikan tujuan pariwisata utama.
Selain
pantai ada juga Danau Dendam Tak Sudah yang dikelilingi oleh perbukitan
kecil dengan Bukit Barisan sebagai latar belakangnya. Danau ini
terletak sekitar 8 km dari pusat kota Bengkulu. Di sepanjang danau ini
tumbuh anggrek air Vanda Hookeriana yang membuat danau menjadi lebih
indah dan sejuk.
Ingin
mempelajari situs budaya ? Datang aja ke Benteng Marlborough yang
terletak dekat dengan Tapak Paderi dan Pasar Baru Koto. Benteng ini
dibangun oleh perusahaan India Timur di bawah kepemimpinan Gubernur
Joseph Callet. Benteng ini mengahadap selatan dan memiliki luas 44.100
meter persegi. Bentuk benteng abad XVIII (1914) ini menyerupai
kura-kura. Pintu utama dikelilingi parit luas dan tersambung dengan
jembatan ke gerbang dalam. Menurut masyarakat sekitar, benteng ini
memiliki pintu keluar bawah tanah.
Benteng
Marlborough adalah peninggalan terbesar Inggris terbesar di Indonesia
dan sesungguhnya bukan sekadar benteng pertahanan militer, karena ia
dibangun demi kepentingan perdagangan; penjamin kelancaran suplai lada
bagi perusahaan dagang Inggris, East India Company, serta pengawasan
jalur pelayaran dagang melalui Selat Sunda. Benteng berperan ganda:
markas pertahanan militer sekaligus kantor pusat perdagangan dan
pemerintahan Inggris.
Selain
Benteng Marlborough, ada juga Rumah Bung Karno yang menjadi tempat
tinggal Presiden Pertama RI selama menjalani masa pengasingannya di
Bengkulu. Rumah ini beralamat di Anggut Atas yang sekarang dikenal
dengan nama Jalan Soekarno-Hatta. Beberapa peralatan, sepeda,
perpustakaan buku-buku, dan yang lainnya yang pernah dimiliki oleh
soekarno disimpan didalam rumah ini. Selama tinggal di Bengkulu,
Soekarno juga mendesain masjid, yang sekarang dikenal dengan Masjid
Jamik yang terletak di jantung kota Bengkulu.
Selain
itu ada juga Tugu Parr & Hamilton. Tugu Parr terletak di depaan
Pasar Baru Koto di seberang Benteng Marlborough. Sedangkan tugu Hamilton
terletak di Jalan Sokerano-Hatta. Tugu atau monumen ini dibangun oleh
pemerintahan Inggris untuk memperingati kekalahan mereka di Bengkulu.
Untuk
mengunjungi tempat-tempat wisata di atas, Anda tidak perlu bingung
dengan masalah transportasi. Ada banyak kendaraan umum yang akan membawa
Anda menikmati kekayaan yg dimiliki oleh Bengkulu tersebut.
Jadi, tunggu apa lagi?? Kunjungi Bengkulu sekarang juga!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar